Email:admin@sdn1ketah.sch.id
Telepon:081234831511
KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
Berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan Tahun 2025, SD Negeri 1 Ketah menunjukkan capaian pada beberapa indikator penting.
Pada Kemampuan Literasi, sekolah berada pada kategori sedang dengan 50% murid mencapai kompetensi minimal. Dibandingkan tahun 2024, capaian ini mengalami penurunan sebesar 30 poin. Akar masalah yang diidentifikasi adalah rendahnya kompetensi membaca teks sastra serta kurangnya dukungan refleksi guru.
Kedua, pada Kemampuan Numerasi, capaian sekolah juga berada pada kategori sedang dengan persentase 66,7% murid yang telah mencapai kompetensi minimal. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 20 poin dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam kompetensi aljabar yang perlu ditingkatkan.
Indikator Karakter berada pada kategori baik dengan nilai 59,6. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2024, terdapat penurunan sebesar 7,62 poin. Akar masalah utama adalah pada aspek kemandirian murid, yang masih perlu mendapat perhatian lebih dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Pada aspek Kualitas Pembelajaran, capaian berada pada kategori baik dengan skor 71, meski mengalami penurunan sebesar 1,37 poin dari tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih belum sepenuhnya variatif dan sesuai kebutuhan murid.
Iklim Keamanan sekolah menunjukkan hasil yang positif dengan nilai 83 dan masuk kategori baik. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 7,35 poin dibanding tahun 2024. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam hal sikap terhadap hukuman fisik yang harus terus diperbaiki.
Iklim Kebinekaan memperoleh skor 72 dengan kategori baik, namun mengalami penurunan 2,29 poin dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terkait dengan aspek toleransi dan kesetaraan antar murid, serta program kebijakan kesetaraan gender yang masih perlu diperkuat.
Secara keseluruhan, Rapor Pendidikan SD Negeri 1 Ketah memberikan gambaran bahwa sekolah telah mencapai kategori baik pada sebagian besar indikator, namun tetap memerlukan intervensi khusus untuk meningkatkan literasi, karakter, serta memperkuat nilai toleransi dan metode pembelajaran.
Murid di SD Negeri 1 Ketah berada pada rentang usia sesuai jenjang pendidikan dasar, yakni 6,5 hingga 12 tahun. Jumlah murid tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 42 anak, terdiri dari 27 anak laki-laki dan 15 anak perempuan Dari sisi jenis kelamin, komposisi relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan, meskipun terdapat sedikit perbedaan jumlah pada beberapa tingkat kelas.
Sebagian besar murid memiliki gaya belajar visual dan kinestetik, yaitu lebih mudah memahami pelajaran melalui gambar, contoh nyata, praktik langsung, serta aktivitas yang melibatkan gerak dan pengalaman. Hanya beberapa murid yang memiliki gaya belajar auditori. Gaya belajar mempengaruhi tingkat keberhasilan murid dalam pembelajaran. Kemampuan murid untuk memahami mata pelajaran tentunya berbeda dan gaya belajar setiap murid juga tentunya berbeda-beda. Murid mampu menyerap pelajaran atau membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dengan gaya belajar yang dimilikinya. Guru juga diharapkan dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan penyesuaian gaya belajar murid.
Secara latar belakang sosial, mayoritas murid berasal dari lingkungan sekitar sekolah dengan kondisi ekonomi keluarga menengah ke bawah. Hal ini memengaruhi kemampuan sebagian orang tua dalam menyediakan fasilitas pendukung belajar di rumah. Namun demikian, murid tetap menunjukkan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Motivasi dan prestasi murid juga bervariasi. Sebagian sudah memiliki kemandirian dan daya juang tinggi dalam belajar, sementara sebagian lain masih membutuhkan bimbingan intensif. Keberagaman kondisi ini menuntut guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.
Tenaga pendidik di SD Negeri 1 Ketah berjumlah delapan orang dengan kualifikasi pendidikan yang cukup baik. Sebagian besar guru lulusan S1 sebanyak tujuh orang, sementara satu guru telah menyelesaikan studi S2. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat dua guru laki-laki dan enam guru perempuan.
Guru di sekolah ini mengampu berbagai mata pelajaran, di antaranya Pendidikan Agama Islam (PAI) dan BTQ, PJOK, serta Guru Kelas. Untuk guru Bahasa Inggris dan Bahasa Madura belum tersedia, sehingga sementara diajar oleh guru kelas masing-masing. Kompetensi pedagogik guru ditunjukkan melalui kemampuan dalam merencanakan pembelajaran sesuai kurikulum, melaksanakan kegiatan belajar yang bervariasi, serta melakukan evaluasi hasil belajar secara berkala.
Hampir semua guru kompeten dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Kompetensi guru dalam hal ini terkait dengan penguasaan berbagai strategi pembelajaran, model pembelajaran berbasis projek, pemanfaatan teknologi untuk produksi media video pembelajaran, dan pemanfaatan platform digital. Kompetensi ini mempengaruhi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran baik intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun kebijakan lainnya.
Meski demikian, peningkatan kapasitas guru tetap menjadi kebutuhan penting. Guru perlu didorong untuk mengikuti program pengembangan profesional berkelanjutan, seperti pelatihan, workshop, maupun kegiatan refleksi bersama. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong pencapaian target rapor pendidikan.
Lingkungan sosial dan budaya sekitar sekolah cukup kondusif dalam mendukung pendidikan. Masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, seperti gotong royong dan kebersamaan, yang turut membentuk karakter murid. SD Negeri 1 Ketah sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Situbondo konsisten dan turut melestarikan budaya tradisi Jawa-Madura yang merupakan ciri khas Kabupaten Situbondo. Wujud keikutsertaan sekolah untuk melestarikan budaya tradisi, maka bahasa Madura yang merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Situbondo dimasukkan ke dalam mata pelajaran muatan lokal wajib bagi sekolah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah/Madrasah. Selain Bahasa Madura, sebagai upaya pelestarian batik “Situbondo” merupakan produk khas masyarakat Situbondo yang dipatenkan oleh pemerintah menjadi batik ciri khas Situbondo, maka batik tersebut ditetapkan sebagai seragam murid dan guru di SD Negeri 1 Ketah.
Secara geografis, SD Negeri 1 Ketah memiliki letak yang strategis, di jalan Raya Pantura Situbondo, sehingga mudah diakses oleh murid dan orang tua. Kondisi ini mendukung kelancaran proses belajar mengajar karena mayoritas murid dapat hadir tepat waktu tanpa hambatan transportasi yang berarti. Keadaan bentang alamnya sebelah utara adalah selat Madura, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Mlandingan, sebelah barat dengan Kecamatan Besuki dan sebelah selatan rangkaian pegunungan arak-arak Bondowoso yang berbukit-bukit. Lingkungan sekolah juga berada dekat dengan sarana keagamaan, serta dekat sungai, sawah, dan ladang sehingga menjadi salah satu kekuatan pendukung dalam proses pembelajaran.
Dari sisi ekonomi, sebagian besar masyarakat berada pada tingkat menengah ke bawah. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan dukungan finansial terhadap kegiatan sekolah. Walaupun demikian, masyarakat memiliki harapan besar agar sekolah mampu mencetak generasi yang unggul. Hal ini terlihat dari adanya partisipasi masyarakat dalam beberapa kegiatan sekolah, meskipun masih perlu ditingkatkan agar lebih konsisten.
Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di SD Negeri 1 Ketah antara lain: Lahan kosong yang digunakan untuk taman, kebun sekolah, atau lapangan. Tanaman; pohon pelindung, bunga, tanaman obat, atau tanaman produktif (mangga, jeruk, pisang, cabai dan lain-lain). Air; terdapat sumur, bak penampungan, atau saluran air yang bisa dimanfaatkan. Semua ini dapat dipakai untuk pembelajaran berbasis lingkungan (PJBL).
Lingkungan fisik sekolah adalah sarana-prasarana dan kondisi ruang belajar yang meliputi: Bangunan; tersedia ruang kelas yang cukup memadai, kantor guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, kantin, mushola, gudang, dan Toilet/WC. Sarana belajar; tersedia papan tulis (white board), meja kursi, proyektor, chromebook, buku, dan alat peraga. Fasilitas luar ruangan; lapangan upacara, lapangan olahraga, taman sekolah, kebun sekolah. Fasilitas pendukung; terdapat pagar keliling sekolah, tempat parkir, drainase, tempat sampah, dan tempat cuci tangan. Kebersihan dan keamanan; kondisi sanitasi yang baik, sumber air bersih, pencahayaan dan ventilasi yang cukup, serta keamanan lingkungan.
Dalam Permendikbudristek nomor 22 tahun 2023 pasal 5, tertulis bahwa Sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dan perlengkapan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sarana terdiri atas:
Penggunaan dan pemanfaatan sarana di SD Negeri 1 Ketah telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Dalam Permendikbudristek nomor 22 tahun 2023 pasal 7, tertulis bahwa Prasarana merupakan fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi satuan pendidikan. Prasarana terdiri atas: lahan, bangunan, dan ruang. SD negeri 1 Ketah sudah memiliki prasarana yang cukup memadai.
Luas lahan dapat menampung sarana dan prasarana Pendidikan, memiliki ruang terbuka hijau untuk mendukung proses pembelajaran dan fungsi ekologis, berada di lingkungan yang nyaman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Lokasi sesuai dengan peruntukan dan mendapat izin pemanfaatan lahan dari pemerintah daerah, memiliki status hak atas tanah, tidak dalam sengketa, dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Memiliki akses jalan yang layak untuk ditempuh dan memenuhi aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas.
Bangunan gedung di SD Negeri 1 Ketah telah memenuhi tata bangunan yang meliputi koefisien dasar bangunan, koefisien lantai bangunan, ketinggian dan jarak bebas bangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keselamatan yang meliputi kekuatan konstruksi dan ketahanan terhadap bencana yang disebabkan oleh faktor alam, nonalam, dan/atau manusia. Kesehatan yang meliputi penghawaan, pencahayaan, akses sumber air bersih, dan sanitasi. Keamanan yang berupa peringatan bahaya, jalur dan akses evakuasi yang dapat dicapai dengan mudah dan dilengkapi penunjuk arah yang jelas. Kenyamanan yang meliputi kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kondisi dalam ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan tingkat kebisingan. Memiliki instalasi jaringan listrik dan/atau sumber energi lainnya sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Aksesibilitas termasuk fasilitas untuk Penyandang Disabilitas yang cukup. Bangunan SD Negeri 1 Ketah menggunakan bahan bangunan yang aman bagi kesehatan dan keselamatan untuk pengguna bangunan dan lingkungan.
Ruang merupakan tempat yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran teori, praktik, dan kegiatan lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang dapat berupa ruang terbuka atau ruang tertutup.
Sekolah telah memiliki enam ruang kelas yang berada dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk pembelajaran. Namun, fasilitas laboratorium maupun ruang praktikum belum tersedia, sehingga kegiatan pembelajaran berbasis eksperimen masih sangat terbatas. Terdapat dua toilet untuk guru dan dua toilet untuk murid yang bersih dan nyaman, serta tersedia air bersih yang cukup dan sanitasi yang baik.
Perpustakaan sekolah saat ini dialihfungsikan sebagai ruang guru. Hal ini membuat akses terhadap sumber bacaan fisik tidak optimal. Meski begitu, sekolah berupaya membuat pojok baca di dalam ruang setiap kelas dan juga memanfaatkan teknologi dengan menyediakan proyektor, chromebook, serta jaringan internet untuk menunjang pembelajaran digital.
Terdapat ruang terbuka hijau di samping dan belakang sekolah yang dimanfaatkan untuk tempat istirahat dan menanam tanaman obat dan sayuran. Halaman depan sekolah dimanfaatkan untuk upacara dan pembelajaran luar ruangan, seperti praktik olahraga dan pembelajaran praktik lainnya.
Harapannya, penguatan sarana perpustakaan dan penyediaan laboratorium pembelajaran sangat diperlukan agar kegiatan belajar lebih variatif dan mampu menumbuhkan keterampilan abad 21 pada murid.
Mayoritas orang tua murid di SD Negeri 1 Ketah memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMA. Kondisi sosial ekonomi keluarga cenderung berada pada kategori menengah ke bawah, yang bermata pencaharian sebagai buruh pabrik dan buruh tani dengan penghasilan rata-rata di bawah 1 juta per bulan, sehingga berdampak pada keterbatasan dalam memberikan dukungan material maupun fasilitas belajar bagi anak.
Tingkat keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah masih tergolong kurang aktif. Meski demikian, masyarakat tetap memegang teguh nilai dan norma budaya lokal, seperti sopan santun, gotong royong, serta rasa kebersamaan. Nilai-nilai ini secara tidak langsung turut membantu pembentukan karakter anak di sekolah.
Dengan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan partisipasi keluarga dalam pendidikan anak dapat lebih meningkat, baik melalui dukungan langsung dalam kegiatan sekolah maupun dalam pendampingan belajar di rumah.
SD Negeri 1 Ketah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, baik dari pemerintah, organisasi masyarakat, puskesmas, polsek, koramil, orang tua/wali murid, maupun pihak swasta. Mitra yang terlibat memberikan dukungan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan literasi dan numerasi, kegiatan ekstrakurikuler, serta program pembinaan karakter.
Orang tua/wali murid merupakan salah satu mitra sekolah dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Kekompakan dan kepeduliannya merupakan modal besar dalam mendukung program-program sekolah (bergotong royong, bakti sosial, pelaksanaan peringatan hari besar nasional maupun keagamaan, dan kegiatan pembelajaran berbasis projek) yang akan diterapkan pada kurikulum merdeka ini.
Kapasitas mitra cukup bervariasi, mulai dari penyediaan tenaga ahli, bantuan sarana dan prasarana, hingga dukungan kegiatan non-akademik. Tingkat keterlibatan dan komitmen mitra juga terlihat dalam kesediaan mereka untuk terlibat secara langsung pada program sekolah.
Dengan adanya dukungan mitra, sekolah semakin terbantu dalam menjalankan program-program unggulan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial murid. Hal ini menjadi modal penting bagi SD Negeri 1 Ketah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.